1. Ibu, sebelum kita lahir.
Dia kesana kemari membawa kita di dalamnya perutnya, selama 9 bulan lebih. Susah payah mengerjakan pekerjaan rumah, dan kita ada di dalamnya, memberatkannya, membebaninya, menahan mual dan sakit.
Tapi ketahuilah, justru ia begitu bahagia menantikan kehadiran kita ke dunia.
Jadi akan sangat tidak tahu diri, jika kita masih tidak patuh terhadapnya.
2. Kita adalah doa mereka.
Anak adalah harapan orang tua, itu bukan kiasan belaka. Orang tua dalam hati kecilnya selalu mengharapkan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk mempunyai anak yang tidak hanya sehat, tidak hanya sukses, tetapi juga berperilaku baik. Bisa bikin adem hati orang tua, bisa nenangin hati orang tua, dan selalu ada untuk mereka terutama saat nanti di usia lanjut.
3. Hati seorang Ayah, begitu lembut dalam doanya
![]() |
| sumber |
Sekeras-kerasnya seorang ayah, dulu ia pernah menimangmu, mengganti pakaianmu, bahkan memandikanmu semasa kecil dulu. Diangkatnya engkau dibahunya, begitu bahagia, bangga punya seorang anak, dan pasti dihati kecilnya ada harapan besar, " anakku harus jadi orang yang lebih baik".
4. Ayah, Ibu, selalu memaafkan.
Tidak usah malu untuk meminta maaf ketika kita ada salah dengan mereka. Orang tua pasti memaafkan, bahkan sejengkel-jengkelnya perilaku kita, mereka pasti memaafkan.
Orang tua itu menunggu anaknya mau berubah, kita di didik dari kecil sampai sekarang ini, agar kita jadi orang baik bukan ? termasuk sudah sepatutnya kita mau mengalah, menghormati, dan mengakui kesalahan pada orang tua.
Sekeras-kerasnya Ayah Ibu kita, hati mereka itu begitu lembut jika menyangkut anak-anaknya. Kesampingkan ego, orang tua pasti memaafkan, mereka menunggu kita berubah, dan minta maaflah.
5. Terkadang mereka cuma butuh doa.
Anak suskses, yang paling seneng itu orang tua.
Anak berpendidikan tinggi, yang paling merasa bangga itu orang tua.
Tapi ketahuilah, orang tua tidak hanya ingin melihatmu sukses, mereka juga ingin kita prihatin dengan masa depan mereka.
Orientasi anak dan orang tua itu berbeda, kita seringnya tertuju hanya pada berhasil atau gagal. Tapi bagi orang tua, ketentraman dan kedamaian hati di usia tua, itulah yang lebih utama.
Banyakin doa buat mereka, perbaiki akhlak kita dihadapan mereka, sebisa mungkin kita bikin hati mereka tentram, dan itu bukan tentang persoalan duit, tapi melihat anak-anaknya yang tidak hanya berhasil di urusan materil saja, tapi kualitas spiritual mereka, nilai dalam diri mereka, akhlak, kualitas beragama mereka yang juga terjaga baik.
Percayalah, itu yang nanti paling orang tua butuhkan. Karena kebanggaan orang tua adalah melihat anaknya menjadi orang yang lebih baik, termasuk mampu syukur dan cukup dengan keadaan apapun dalam keluarga mereka. Tentram itu hati orang tua.
Oleh : Hasan f

0 komentar:
Posting Komentar